Mengelola Risiko Investasi

11 04 2011

Semua instrumen investasi (spekulasi) pasti memiliki risiko. Kemungkinan merugi tidak akan bisa dihindari, tetapi bisa diminimalkan dengan cara membagi risiko.

 

Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen Agus B Yanuar menjelaskan, meminimalkan risiko bisa dilakukan dengan cara membagi investasi sesuai dengan kapan dana itu akan dibutuhkan. Contohnya

 

  1. Adapun dana yang akan dipakai dalam tiga bulan ke depan harus disimpan dalam instrumen setara kas yang mudah dicairkan seperti deposito jangka pendek dan tabungan.
  2. Dana yang akan dipakai dalam jangka waktu satu tahun ke depan sebaiknya diletakkan dalam instrumen yang konservatif seperti obligasi.
  3. Uang yang akan digunakan dalam dua tahun ke depan bisa ditanamkan dalam reksadana (mempercayakan uang anda untuk dikelola secara kolektif oleh manajer investasi). Tapi, pilihlah reksadana jenis campuran — yang menggabungkan antara investasi saham dan obligasi.
  4. Apabila dana Anda baru akan digunakan pada waktu tiga tahun ke atas, pilihlah saham atau reksadana saham. Demikian juga halnya jika Anda menyimpan dana yang baru akan digunakan lebih dari sepuluh tahun ke depan, misalnya dana pensiun.

 

Reksadana saham mengalokasikan sebagian besar dana untuk berinvestasi pada saham. Hal ini dilakukan karena investasi saham berisiko tinggi jika dilakukan dalam jangka pendek.

 

Menurut penelitian, investasi saham di Indonesia membutuhkan waktu minimal tiga tahun untuk membuahkan hasil. Dia mencontohkan, pada saat krisis 2008 yang menurunkan indeks saham, orang yang berinvestasi sejak 2005 tetap meraup untung hingga 20 persen.

 

Pilihlah saham perusahaan yang punya fundamen bagus dan prospek cerah. Saham semacam itu biasanya dimiliki oleh perusahaan produsen barang konsumsi. Cermati kondisi perusahaan, keragaman produk dan sektor yang ditempati.

 

Tak mengerti soal saham? Ada pilihan reksadana saham dengan nilai mulai Rp 250 ribu. Membeli reksadana artinya menitipkan dana untuk dikelola sebuah lembaga yang telah diberi izin oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Terakhir, pilihlah manajer investasi yang dapat dipercaya dan punya rekam jejak yang baik.

 

Saran untuk semuanya:

Pelajarilah dengan teliti sebelum memulai investasi, baik itu saham, emas, forex, rumah, tanah, dolar,reksadana,obligasi, dll. Janganlah turuti kata orang, “belajarlah sambil mengalami”… Karena ‘mengalami’ kerugian tentu sulit untuk bangkit kembali.

  1. Bagi anda yang siap Untung 1000% dan rugi 100%>>> pilihlah Forex, index, gold dan investasi marginal lainnya.
  2. Bagi anda yang siap Untung 200% dan rugi 80%>>> pilihlah saham lokal, reksadana
  3. Bagi anda yang siap untung 50% dan rugi 50% >>>> pilihlah emas fisik, dolar, euro, dan mata uang fisik lainnya.
  4. Bagi anda yang hanya siap rugi kecil dan untung yang lebih gede dikit dari tabungan bank>>> pilihlah obligasi,ORI

 

Komentar:

  • Emas fisik adalah ‘safe haven investment’ Investasi Emas tidak membuat Anda semakin kaya, tapi membuat Anda TETAP kaya…Ingat PENCURI kekayaan yang tidak terlihat oleh mata dan polisi sekalipun tidak bisa menangkapnya adalah INFLASI…tiap tahun Inflasi terjadi, semakin tinggi nilai inflasi maka semakin tinggi pula harga Emas. hanya Emas yg mampu menjaga nilai kekayaan Anda.

 

Advertisement

Actions

Information

One response

29 04 2011
Irvan Sadewa

Sesuai kata pepatah, diam itu emas. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.