Merencanakan Pensiun Anda

6 07 2007

Hai, Saudara-saudaraku.

Hari ini saya hendak mengajak Saudara-saudaraku untuk membayangkan bagaimana Saudara-saudaraku akan menjalani hari-hari di masa pensiun nanti….

Bagaimana bentuk rumah tinggal Saudara-saudaraku di masa tua nanti? Apakah cukup rumah sederhana di lingkungan perdesaan yang jauh dari polusi kota? Atau menginginkan rumah yang besar yang bisa menampung anak dan cucu dan berlokasi di dekat sanak keluarga?

Bagaimana gaya hidup yang Saudara-saudaraku inginkan? Apakah Saudara-saudaraku ingin menghabiskan waktu untuk hobi seperti memancing, berkebun, golf, dan lain-lain? Atau Saudara-saudaraku suka berjalan-jalan ke luar negeri? Atau Saudara-saudaraku ingin menghabiskan waktu bersama keluarga, ingin bermain bersama cucu-cucu yang masih kecil?

Bagaimanapun juga kehidupan yang Saudara-saudaraku inginkan tentunya akan jauh lebih baik bila Saudara-saudaraku mandiri secara finansial. Artinya, Saudara-saudaraku memiliki uang yang cukup untuk membiayai kehidupan sendiri, tidak bergantung kepada anak, ataupun pihak-pihak lain.

Darimanakah penghasilan yang dapat Saudara-saudaraku gunakan untuk membiayai kehidupan yang Saudara-saudaraku inginkan di hari tua nanti? Dengan asumsi Saudara-saudaraku sudah tidak bekerja lagi, maka sudah tidak ada penghasilan dari gaji lagi.

Satu-satunya yang dapat Saudara-saudaraku andalkan nantinya adalah tabungan hari tua Saudara-saudaraku. Tabungan yang Saudara-saudaraku sisihkan setiap bulannya di masa muda, yang tujuannya adalah untuk dipergunakan di masa pensiun nanti.

Untuk itu Saudara-saudaraku memerlukan rencana keuangan. Rencana keuangan untuk hari tua. Di dalam rencana ini, Saudara-saudaraku menghitung berapa biaya yang akan dibutuhkan untuk kehidupan di hari tua nanti, dan dikalikan dengan faktor inflasi. Setelah itu Saudara-saudaraku memilih produk investasi apa yang sesuai dengan kepribadian Saudara-saudaraku.

Dengan perkiraan besarnya return dari investasi tersebut, dan berapa tahun jangka waktu yang dapat dipergunakan untuk berinvestasi, Saudara-saudaraku dapat memperkirakan berapa jumlah uang yang perlu disisihkan setiap bulannya untuk hari tua nantinya.

Misalkan saja saat ini kita sekarang berumur 45 tahun, dan hendak pensiun pada umur 55 tahun. Dengan perkiraan gaya hidup yang kita inginkan nantinya, kita akan membutuhkan biaya sebesar Rp. 3.000.000,- per bulannya.

Dengan perkiraan faktor inflasi sebesar 10% per tahun, pada umur 55 tahun nantinya kita akan membutuhkan uang sebesar Rp. 7.781.227,- per bulannya.

Dengan perkiraan kita hidup hingga umur 75 tahun, maka jumlah total uang yang kita perlukan di sepanjang hari tuanya adalah

20 x 12 x Rp. 7.781.227,-           =          Rp. 1.867.494.480.

Artinya dalam waktu 10 tahun, kita harus menginvestasikan uangnya hingga mencapai jumlah Rp. 1.867.494.480, – agar dapat hidup sesuai dengan gaya hidup yang dia mau. Untuk mencapai tujuan tersebut, kita berinvestasi di reksa dana saham dengan rata-rata return 20% per tahun.

Nah, dengan kalkulator finansial, kita dapat memperhitungkan bahwa jumlah yang perlu diinvestasikan setiap bulannya adalah Rp. 1.238.170,-.

Dengan menginvestasikan uang sebesar Rp. 1.238.170,- per bulannya, maka pada umur 55 tahun nanti kita dapat pensiun dengan gaya hidup yang diinginkannya.

Uang yang diinvestasikan pada masa ini nantinya akan ditarik sebesar Rp. 7.781.227,- setiap bulannya untuk membayar biaya hidup kita.

Bagaimana dengan Anda, Saudara-saudaraku? Apakah Anda sudah merencanakan finansial untuk di masa pensiun nanti. Apabila belum, segeralah membuat rencana Saudara-saudaraku sekarang juga.Saudara-saudaraku dapat mempelajari mengenai cara membuat rencana keuangan dari buku-buku panduan mengelola keuangan pribadi.

Para pakar perencaan keuangan selalu mengatakan bahwa dalam perencanaan keuangan, waktu adalah teman kita. Semakin cepat kita membuat rencana keuangan, maka banyak waktu yang tersedia untuk mengembangkan nilai investasi kita, hingga akhirnya semakin kecil harga yang perlu kita bayar untuk mengimplementasikan rencana tersebut. Segeralah merencanakan hari tua Saudara-saudaraku, mulai dari saat ini juga!

Respectfully,
Jerri Irgo

Advertisements