5 Langkah Perencanaan Keuangan [bagian 3a]

4 02 2008

Kembali ke topik 5 Langkah Perencanaan Keuangan, dalam posting sebelumnya saya sudah menyebutkan bahwa untuk melakukan perencanaan keuangan pribadi ataupun keluarga, kita harus melalui 5 tahap besar, yaitu:

  1. Menentukan Tujuan Keuangan.
  2. Menganalisa Kondisi Keuangan Sekarang.
  3. Membuat Rencana Keuangan.
  4. Melakukan Implementasi Dari Rencana Keuangan.
  5. Monitor dan Evaluasi Berkala.

Dalam 2 postingan saya sebelum ini dengan topik yang sama, saya sudah menjelaskan mengenai tahap pertama dan tahap kedua. Dalam kesempatan ini, kita akan membahas secara detil mengenai tahap ketiga, yaitu

Membuat Rencana Keuangan.

Secara sederhana agar bisa menjadi kaya, apa yang harus kita lakukan? Menurut Tung Desem Waringin, dalam seminarnya Financial Revolution mengatakan bahwa :

  1. Mengeluarkan lebih sedikit dari yang diterima (alias pengeluaran harus lebih sedikit daripada pendapatan)
  2. Menginvestasikan selisihnya dan menginvestasikan ulang hasilnya untuk pertumbuhan bunga berbunga (compound interest)

Jadi disini kita melihat bahwa ada 2 langkah. Langkah pertama bisa dibantu dengan cara membuat Anggaran Pendapatan Pengeluaran Pribadi/Keluarga. Sementara untuk langkah kedua, kita akan membuat rencana keuangan untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan yang telah kita rumuskan sebelumnya [Baca email saya yang berjudul 5 Langkah Perencanaan Keuangan [bagian 1] untuk menentukan tujuan keuangan Anda].

Membuat Anggaran Pendapatan Pengeluaran Pribadi/Keluarga.

Di tanggal tua seringkali kita mendengar keluhan bahwa uang sudah habis. Mesti menunggu gajian. Dan lucunya lagi, apabila kita tanyakan kenapa uangnya bisa habis? Bulan ini belanja apa saja? Kebanyakan orang tidak bisa menjawab. Mengapa? Karena pengeluaran tidak terkendali. Agar problem seperti ini tidak terjadi untuk keuangan kita, kita perlu alat bantu untuk mengontrol pengeluaran. Salah satunya adalah Anggaran Pendapatan Pengeluaran Pribadi/Keluarga.

Bagaimana cara membuat Anggaran? Gampang. Secara umum anggaran terbagi 2 bagian, yaitu PENDAPATAN dan PENGELUARAN. Pada bagian pendapatan, kita membuat daftar sumber-sumber penghasilan kita, beserta jumlahnya. Misalkan saja untuk keluarga Pak Budi adalah keluarga yang suami dan istrinya bekerja, ada 2 jenis pendapatan yaitu gaji saya dan gaji pasangan.

PENDAPATAN

Gaji Saya                         Rp. 4.000.000

Gaji Pasangan                 Rp. 3.000.000

—————————————-

Total Pendapatan          Rp. 7.000.000

Nah, dari pendapatan ini, kita memberi jatah pengeluaran untuk masing-masing pos. Ada 12 pos pengeluaran yang lazim digunakan yaitu tabungan, makanan/kebutuhan harian, pakaian, pendidikan, kesehatan, transportasi, telekomunikasi, asuransi, pembayaran kredit, dan lain-lain.

Sebagai contoh:

PENGELUARAN:

Tabungan                                            Rp. 700.000

Makanan/Kebutuhan Harian           Rp. 1.500.000

Pakaian                                               Rp. 400.000

Pendidikan                                         Rp. 700.000

Kesehatan                                           Rp. 450.000

Rekreasi                                             Rp. 1.000.000

Transportasi                                      Rp. 400.000

Telekomunikasi                                Rp. 450.000

Asuransi                                            Rp. 500.000

Pembayaran Kredit                        Rp. 400.000

Lain-lain                                           Rp. 500.000

————————————————-

Total Pengeluaran                          Rp. 7.000.000

Ini adalah pengeluaran yang anda RENCANAKAN. Nantinya, pengeluaran yang sebenarnya akan berbeda dari rencana Anda.

Tugas Anda setelah ini adalah secara berkala mengawasi pengeluaran untuk masing-masing pos, agar tidak melenceng jauh dari rencana. Misalkan saja Anda merencanakan Rp. 1.000.000,- untuk pos pengeluaran rekreasi Anda.

Pada tanggal 20, total pengeluaran Anda untuk rekreasi sudah mencapai Rp. 900.000, maka Anda harus mengurangi kegiatan rekreasi Anda atau setidaknya mencari kegiatan rekreasi yang tidak terlalu banyak menghabiskan uang. Sehingga Anda hanya menghabiskan Rp. 100.000 untuk kegiatan rekreasi hingga akhir bulan. Jadi disini pengeluaran untuk pos rekreasi akan sesuai dengan anggaran Anda.

Perlu diingat bahwa dalam membuat anggaran, taruhlah TABUNGAN pada pengeluaran paling atas. Mengapa? Sebab pengeluaran manusia itu sifatnya flexible, bisa diperbesar maupun diperkecil. Namun, ada kecenderungan untuk menghabiskan seluruh uang yang ada. Oleh karena itu, sejak awal berilah jatah pada tabungan. Setelah itu baru lakukan perhitungan untuk pos pos pengeluaran lainnya. Begitu gajian, langsung pindahkan jatah tabungan Anda ke sebuah rekening yang khusus tabungan. Rekening tabungan ini tidak boleh ditarik lagi kecuali keadaan darurat.

Best Regards

Jerri Irgo


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: