Kambing… harganya berapa

13 05 2008

Pailul menjual anak kambing kesayangannya dengan harga murah. Dia menjual dengan harga Rp. 75.000. Pailul meminta tolong Jabrik untuk menjualkannya ke Pasar Kambing. Di seretnya kambing kecil itu oleh Jabrik ke Pasar Kambing. Kenapa ngak digendong aja… Pailul bergumam.

Sesampai di pasar Kambing, Tiga orang anak yatim mushalla Darussalam melihat kambing itu dan berkeinginan untuk membelinya. Kebetulan ustadz barusan memberinya uang jatah zakat maal dari warga. Masing-masing mendapat Rp. 25.000. Mereka rencananya ingin makan enak. Habis selama ini mereka hanya mendapat makanan jatah dari warga, yang seringnya itu-itu saja, membosankan.

Karena melihat anak kambing yang lucu, mereka mengubah rencana. Si Jaka, yang paling tua, bilang, “Teman-teman, lebih baik kita beli kambing itu, bisa buat tabungan kita nanti. Setidaknya kita juga ada kesibukan lain, yaitu pelihara kambing. Nanti kalau sudah besar kita bisa jual apalagi kalau Idul Qurban.”

Ternyata otak bisnis Jaka jalan juga. Dibelilah kambing itu. Pas sekali, harga kambing Rp. 75.000 dan uang mereka masing-masing Rp. 25.000. Setelah mereka patungan, lunaslah harga kambing dan di bawa pulang.

Karena Jabrik merasa kasihan, dan ingin menyumbang kepada anak yatim, dia memberikan uang Rp. 1.000 kepada setiap anak, jadi totalnya Rp. 3.000. Alangkah girangnya mereka, sudah dapat kambing, dapat uang lagi.

Jabrik kembali ke rumah Pailul dan melaporkan bahwa kambing telah terjual. Jabrik memberi Rp. 70.000 ke Pailul karena dia mengutip Rp. 2.000 sebagai komisi.

Pertanyaan yang muncul adalah, mari kita hitung. Sebetulnya anak-anak itu membayar hanya Rp. 24.000 per anak karena mereka mendapatkan kembalian. Jadi total yang dibayarkan anak-anak itu adalah Rp. 72.000. Kalau ditambah dengan komisi yang diambil Jabrik berarti total harga kambing itu adalah Rp. 74.000… Kenapa bukan Rp. 75.000, di manakah Rp. 1.000 lagi?

Tolong pecahkan masalah saya

Advertisements