Positive Thinking Attitude

6 06 2008

Our attitudes control our lives. Attitudes are a secret power working twenty-four hours a day, for good or bad. It is of paramount importance that we know how to harness and control this great force” (Tom Bland)

Realitanya, optimal tidaknya suatu hasil yang ingin dicapai, kitalah penentunya. Tetapi tidak semua orang “mampu” menerima kerealitaan ini atau mau menyadarinya. Umumnya, alih alih menyadari atau menerima kerealitaan ini, seseorang lebih cenderung menyalahkan atau menuding pihak – pihak lain atas kekurangberuntungan yang dialami. Akhirnya, bukannya kondisi konstruktif yang diraih tetapi adalah sebaliknya yaitu destruktif.

Orang yang bertipe demikian, sampai kapanpun tidak akan bisa memperbaiki “performance” atau potensinya. Seyogianya, haruslah disadari bahwa apapun kondisi yang terjadi atau keadaan apapun yang berlaku, penyebabnya dan bukanlah orang lain. Tetapi adalah diri sendiri. Menyadari akan kerealitaan ini, sudah seyogianya kapan dan dimanapun berada, sikap hidup positif senantiasa dipertahankan. Caranya, tiada lain adalah dengan memiliki :

STANDARD DIRI, mis. : Pekerjaan di hari ini, tidak akan dikerjakan untuk keesokan harinya. Atau pekerjaan hari ini, haruslah tuntas di hari ini juga. Apapun program kerja yang direncanakan, siapnya haruslah “on time”. Tidak akan lari dari kenyataan dan senantiasa bertanggung jawab terhadap apapun yang telah dikerjakan atau didelegasikan. Senang menerima tantangan, pantang menyerah dan berkeyakinan diri yang mantap serta kokoh. Tidak akan tergoyahkan, baik dikala dicela maupun dipuji. Tidak diskriminasi dan berwawasan universal.

KERJA KERAS. Yang dimaksud dengan kerja keras adalah kerja keras dalam batas – batas yang tegas dan jelas sehingga menghasilkan hasil yang optimal dan berkwalitas. “Do a little more each day than you think you possibly can” (Lowell Thomas)

CEKATAN. Apapun yang dikerjakan, baik kwantitas aupun kwalitasnya, haruslah senantiasa baik dan progresif. “Ability is what you’re capable of doing. Motivation determines what you do. Attitude determines how well you do it” (Lou Holtz)

EMOSI TERKONTROL. Baik dalam kondisi senang maupun susah, emosi terkontrol dengan baik sehingga apapun kebijaksanaan yang diterapkan, arahnya adalah konstruktif. Logikanya, emosi yang tidak terkontrol, dampaknya adalah destruktif. Karena disaat tersebut, yang paling dominan berperanan adalah hal – hal yang arahnya irrasional. “Emotion turning back on itself, and not leading on to thought or action, is the element of madness” (John Sterling)

PANDANGAN OPTIMIS, misalnya : Where there is a will, there is a way  While there is a life, there is a hope. Realitanya, pandangan yang optimis sangatlah signifikan kontribusi dalam pencapaian kesuksesan. Contoh kasus, jika si A optimis bahwa produknya akan mudah diserap oleh pasar maka kesuksesanlah buahnya. Tetapi jika sebaliknya maka sampai kapanpun juga, produknya akan tetap menumpuk di gudang. “An optimist sees an opportunity in every calamity; a pessimist sees a calamity in every opportunity” (Winston Churchill)

MORAL BAIK, yang mencakupi : Tidak melakukan tindakan yang illegal, baik yang dibuat oleh pemerintah maupun yang berlaku pada adat istiadat setempat. Tindakan apapun yang diperbuat, tidak merugikan atau menyengsarakan orang lain. Apapun yang dilakukan, semuanya adalah legal, yang selain menguntungkan diri sendiri tetapi juga orang lain. Suka dan senang melakukan perbuatan perbuatan terpuji, misalnya : beramal. Ramah tamah, sopan dan jujur kepada siapapun juga. “The personal life deeply lived always expands into truths beyond itself” (Anais Nin)

BIJAKSANA, misalnya : Apapun yang dilakukan, dasarnya adalah netral dan adil serta tidak merugikan pihak yang manapun juga. Setiap tutur kata dan tindakan badan jasmani, arahnya adalah positif, yang tanpa adanya batasan batasan etnis, agama, suku dan lain sebagainya. Apapun yang dilakukan, dampaknya adalah positif, yang selalu memberikan ketenangan, keteduhan, kedamaian dan ketentraman. Mampu dan mau menerima apapun kerealitaan yang terjadi serta mengevaluasinya.

TEPAT JANJI. Setiap ungkapan yang diutarakan, selalu ditepati. Baginya, yang namanya janji adalah hutang dan sudah seharusnya dilunasi.

Peter Lim


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: